GUBERNUR & WAKIL GUBERNUR


Kepala BPKB SULUT

Mieke Juliana Tumbol
Kepala Balai

September, 2017
MSSR KJS
     12
3456789
10111213141516
171819 20212223
24252627282930





Artikel (12)
Dikkel (5)
Dikmas (9)
Diktara (4)
Gender (5)
GTK (23)
MITRA (75)
PAUD (22)
PKH-Suslat (8)




UNDANGAN DIKLAT TEKNIS PB

UNDANGAN PESERTA DIKLAT CALON PELATIH GTK PAUD

PEMANGGILAN PESERTA APRESIASI

INSTRUMEN PENDATAAN SKB-1






12 September 2017
Diklat Pengelolaan Lembaga PAUD

14 Juni 2016
Diklat Pendidik/Tutor PAUD Lanjutan Se Sulawesi Utara

09 Mei 2016
TC Peserta Apresiasi GTK-PAUD DIKMAS Berprestasi Tkt Nasional 2016 Utusan Sulut (DITUNDA 12-18 MEI)

20 April 2016
Seleksi Apresiasi GTK-PAUD DIKMAS Berprestasi Tkt Prov. Sulut 2016 (DITUNDA 28-29 APRIL 2016)




BERANDA » PAUD »
Kamis, 16 Juni 2016 - 09:15:45 WITA
AGK, Pembangunan Pendidikan Bukan Dimulai dari Istana Presiden
Diposting oleh : Mulya W
Kategori: PAUD - Dibaca: 708 kali

Manado - Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Provinsi Sulawesi Utara kembali melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi para Guru Pendidikan Anak Usia Dini Se Provinsi Sulawesi Utara untuk tahun 2016.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung tiga hari itu diikuti para guru PAUD, berasal dari Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain dan Satuan PAUD Sejenis baik yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Kabupaten-Kota maupun masyarakat, sebanyak dua puluh lima peserta, dibuka oleh Asiano Gemmy Kawatu, SE, M.Si (AGK) Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara.

AGK didampingi Dra. Mieke Juliana Tumbol, M.Pd Kepala BPKB Provinsi Sulawesi Utara, mengatakan, “Pembangunan pendidikan bukan dimulai dari Istana Presiden di Jakarta tapi harus dimulai dari ruang-ruang kelas yang ada”, demikian Kepala Dinas dengan meminjam ungkapan Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (14/6/2016) pagi di gedung serbaguna BPKB.

AGK mengutarakan, “mengukur hasil uji kompetensi guru PAUD Sulawesi Utara masuk rengking 14 nasional, masih lebih tinggi dibanding guru SMP yang menduduki rengking 10 dari bawah”, katanya.

Kepala Dinas mengingatkan pentingnya kegiatan ini bagi para guru PAUD, “Kalo kita ikut diklat sudah jauh-jauh datang di tempat ini, sayang kalo tingkat penyerapan materi tidak maksimal, apalagi ini sudah tingkat lanjutan”, pesan AGK.

“Karena anda tutorial fungsinya antara lain, menumbuhkan minat bermain sambil belajar anak meningkat, memancing partisipasi, mendiagnosa kelemahan-kelemahan anak di sekolah, mengukur kemampuan anak-anak kita”,  urai Kepala Dinas.

Ia melanjutkan, “Kalo anak-anak jam tujuh sudah di kelas, guru harus sudah ada jam sebelumnya”, nasehatnya, sekaligus mengiinformasikan bahwa telah terbit 2 (dua) keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan tentang larangan merokok di sekolah termasuk sponsor, dan sekolah menjadi garda terdepan apa yang menjadi mandat kekerasan terhadap anak.

“Di masyarakat berkembang lembaga PAUD, bahkan satu desa empat PAUD, bahkan ada PAUD dalam garasi, pagi untuk kegiatan PAUD sore untuk parkir kendaraan, apakah layak seperti itu?, padahal pendirian PAUD sudah dipersyaratkan”, kata Kepala Dinas sambil bercerita saat mendampingi gubernur dan wakil ke Kabupaten Kepulauan Talaud bahwa ada satu lembaga PAUD pengelolaannya sudah lebih baik.

Orang kesatu di dunia pendidikan daerah nyiur melambai Sulawesi Utara itu juga menyampaikan bahwa saat ini telah terbentuk Badan Akreditasi Provinsi PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) yang diketuai Dr. Meyke Simboh, M.Pd., diharapkan kedepan pengelolaan PAUD dan DIKMAS menjadi lebih baik.

Ia juga menyinggung mengenai  Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang yang mengatur Aparatur Sipil Negara mengatur tentang pentingnya kompetensi baik kompetensi professional, sosial, kepribadian maupun pedagogik.

Mengutip kata bijak dari H.M. Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia, AGK mengungkapkan “Satu perbuatan baik akan diikuti daripada 1000 kata-kata terbaik”, ungkapnya puitis sekaligus mengakhiri sambutan dan membuka kegiatan secara resmi. (b-159-mul).



"Pergantian pejabat ibarat pergantian dalam sebuah pertandingan sepak bola, dengan tujuan meningkatkan kualitas tim agar bisa mempertahankan atau memenangkan pertandingan hingga peluit pertandingan berakhir". Muhadjir Effendy, Mendikbud


Visit Indonesia


Marijo Ka Manado







Pengunjung hari ini : 137
Total pengunjung : 518383

Hits hari ini : 384
Total Hits : 9499694

Pengunjung Online: 7