GUBERNUR & WAKIL GUBERNUR


Kepala BPKB SULUT

Mieke Juliana Tumbol
Kepala Balai

September, 2017
MSSR KJS
     12
3456789
10111213141516
171819 20212223
24252627282930





Artikel (12)
Dikkel (5)
Dikmas (9)
Diktara (4)
Gender (5)
GTK (23)
MITRA (75)
PAUD (22)
PKH-Suslat (8)




UNDANGAN DIKLAT TEKNIS PB

UNDANGAN PESERTA DIKLAT CALON PELATIH GTK PAUD

PEMANGGILAN PESERTA APRESIASI

INSTRUMEN PENDATAAN SKB-1






12 September 2017
Diklat Pengelolaan Lembaga PAUD

14 Juni 2016
Diklat Pendidik/Tutor PAUD Lanjutan Se Sulawesi Utara

09 Mei 2016
TC Peserta Apresiasi GTK-PAUD DIKMAS Berprestasi Tkt Nasional 2016 Utusan Sulut (DITUNDA 12-18 MEI)

20 April 2016
Seleksi Apresiasi GTK-PAUD DIKMAS Berprestasi Tkt Prov. Sulut 2016 (DITUNDA 28-29 APRIL 2016)




BERANDA » Berita »
Kamis, 17 Agustus 2017 - 18:05:07 WITA
Kepala BP PAUD dan DIKMAS Sulut, Bacakan Pidato Mendikbud
Diposting oleh : Mulya W
Kategori: Berita - Dibaca: 125 kali

Manado - Hari ini Kamis, tepat tanggal 17 Agustus 2017, tujuh puluh dua tahun Indonesia Merdeka. Segenap komponen bangsa larut dalam kesukacitaan, turut berperan dalam memeringati momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Tanpa terkecuali detik-detik proklamasi dalam upacara bendera juga diperingati Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Sulawesi Utara (BP PAUD-DIKMAS) Sulawesi Utara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bertempat di halaman depan Balai, pukul delapan waktu Indonesia bagian tengah, acara belangsung kidmat dengan ditandai pengibaran Bendera Merah Putih oleh para ASN yang tergabung dalam pasukan kibar bendera.

Dra. Mieke Juliana Tumbol, M.Pd selaku Kepala Balai, tampil menjadi Pembina Upacara pada hari paling penting dalam perjalanan sejarah republik itu, sekaligus membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Menteri dalam mengawali pidatonya, menyampaikan, “Dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kembali pada hari ini kita memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Hari ini dimana kita bercermin memandang sejarah dan mengapresiasi perjalanan panjang para pejuang yang telah membawa kita keadaan sekarang. “tuturnya.

Lanjut Mendikbud, “ Perjalanan bangsa ini tidak dapat lepas dari upaya pembangunan karakter. Pesan Kemerdekaan Bung Karno yang dititipkan kepada kita adalah Nation and Caracter Building, yaitu pembangunan karakter manusia manusia Indonesia untuk meneruskan perjuangan cita-cita kemerdekaan kita.

“Salah satu tugas pendidikan yang tertuang dalam program Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah membangunpendidikan karakter sejak usia dini. Selain itu pendidikan harus mengedepankan asepk-aspek kebhinekaan sebagai kekayaan bangsa Indonesia, serta menghadirkan Negara dalam menangani pendidikan hingga ke seluruh pelosok tanah air. Hal ini juga menjadi bagian dari tugas revolusi mental.” Jelasnya Muhadjir Effendy dalam pidato itu.

Mendikbud menekankan, reformasi pendidikan harus dipusatkan pada penguatan pendidikan karakter disertai pemerataan pendidikan yang berkualitas agar menjangkau daerah-daerah 3 T, terdepan, terluar  dan tertinggal. Dalam waktu yang bersamaan, kita juga memperkuat peran sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakatsebagai rumah inovatif, tempat dimana anak-anak kita membangun pikirannya, mematangkan jiwanya dan mewujudkan kreatifitasnya. Melalui gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN) marilah kita percepat pembangunan reformasi pendidikan yang merata dan berkualitas.

Ingin cepat merealisasikan amanah presiden, Mendikbud mengajak kita untuk bergerak cepat mengejar ketertinggalan. Perubahan yang cepat harus direspon dengan penyesuaian-penyesuaian yang dinamis. Bergerak lamban saja kita akan ditinggalkan, apalagi terdiam dan mundur. Tidak ada pilihan lain selain bergerak maju”, ajaknya penuh motivasi.

Menteri mengingatkan, disisi lain, waktu terus bergerak mendekati era bonus demografi, semakin pendek waktu kita untuk berbenah diri. Kita harus bergegas, kita butuh percepatan, kita butuh bergerak bersama. Tantangan perubahan kedepan yang semakin cepat dan kompleks perlu kita jawab dengan tepat. Penyiapan sumberdaya yang tangguh, cerdas dan berkarakter harus disiapkan, antara lain, dengan melakukan revitalisasi pendidikan kejujuran. Diantaranya dengan terus menerus membaca peluang dan berinovasipada penyesuaian kurikulum yan gdinamis, serta bersinergi dengan dunia industri dan dunia usaha.

Muhadjir dalam pidato itu berpesan, “Upaya-upaya penyiapan sumberdaya manusia tersebut terus dilakukan dengan melihat keunggulan negeri ini di empat bidang yang paling prospektif di masa dating, yakni kemaritiman, pariwisata, pertanian dan industri kreatif, disamping bidang-bidang yang lain. Disanalah kita memiliki keunggulan komparatif yang diyakini akan memenangkan persaingan global jika kita benar-benar memiliki tenaga terampil dan handal, terutama dalam menghadapi bonus demografi pada lima, sepuluh hingga duapuluh tahun mendatang.

Di akhir pidatonya Mendikbud mengajak kita semua untuk menghayati konsep Trihayu Ki Hajar  Dewantara, yaitu, Memayu Hayuning Sarira, Memayu Hayuning Bangsa, Memayu Hayuning Bawana. Artinya apapun yang diperbuat sesorang , hendaknya bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya dan bermanfaat bermanfaat bagi manusia pada umumnya. Hari ini kita diingatkan kembali bahwa pada kitalah Ki Hajar Dewantara menitipkan semangat itu.

Tak lupa Mendikbud mengajak kita untuk menjadikan Hari Kemerdekaan tahun ini, sebagai momentum percepatan pendidikan Indonesia yang merata dan berkualitas. Mari kita berkontribusi untuk pendidikan, mari kita bergerak bersama untuk bangsa. Ingatlah bahwa setiap dari kita merupakan insan pendidikan, setiap diri kita memiliki tanggung jawab untuk memajukan pendidikan.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhai niat tulus kita dalam berkontribusi untuk pendidikan Indonesia”. Pungkas Mendikbud.

Upacara diikuti empat puluh tujuh peserta, terdiri pejabat eselon IV, pejabat fungsional pamong belajar, seluruh ASN, Tenaga Harian Lepas, anak-anak dan guru TK Tumou Tou binaan BP PAUD dan DIKMAS Sulawesi Utara, dengan memakai beraneka ragam pakaian  adat di Indonesia, yang begitu terasa nuansa Bhineka Tunggal Ika. (b-287/mul)



"Pergantian pejabat ibarat pergantian dalam sebuah pertandingan sepak bola, dengan tujuan meningkatkan kualitas tim agar bisa mempertahankan atau memenangkan pertandingan hingga peluit pertandingan berakhir". Muhadjir Effendy, Mendikbud


Visit Indonesia


Marijo Ka Manado







Pengunjung hari ini : 139
Total pengunjung : 518385

Hits hari ini : 425
Total Hits : 9499735

Pengunjung Online: 9